Subscribe:

Rasul Palsu

Dalam upaya upaya kristen untuk menyebarkan agamanya atau lebih tepatnya dalam upaya kristenisasi maka kristen tidak segan segan melakukan trik trik licik penipuan, bisa diibaratkan dengan seorang "waria" yang dalam operasi malamnya selalu menggunakan simbol simbol kewanitaanya seperti baju wanita, make up wanita, bahkan seorang waria tidak segan segan menggunakan payudara palsu dalam upayanya untuk menipu para korbanya.

Begitu juga dengan kristen yang menerapkan strategi "selicik ular", karena indonesia ini adalah mayoritas muslim maka kristen tidak segan segan menggunakan istilah istilah yang ada dalam AlQuran dengan tujuan untuk menipu mayoritas muslim indonesia. Banyak istilah istilah yang di bajak oleh kristen diantaranya adalah istilah alkitab, rasul, kafir, iman, nabi, ibadah, jemaat, iblis, setan dll, bahkan kristen tidak segan segan untuk mencatut nama tuhan Allah, padahal dalam bible ibrani maupun yunani yang merupakan bahasa dari bible versi tertua tertulis bahwa nama tuhanya adalah YHVH.

rasul palsu
Arabic Bible 867AD
Kafir kafir kristen beralasan bahwa mereka mengikutin kristen arab dan alasan ini justru menambah kekacauan pola fikir para kafir kristen itu sendiri, karena mana mungkin kristen arab yang menentukan nama tuhan bible, sangat rancu jika nama tuhan bible ditentukan oleh kristen arab padahal kristen itu kan dari yahudi, dan bible arabic versi tertua itu sendiri berasal dari tahun 867m yang artinya adalah 200 tahun lebih setelah masa turunya AlQuran.

Istilah "rasul" dikenal dalam Islam. Meski demikian, terdapat perbedaan pemahaman mengenai istilah tersebut. Dalam Islam, rasul adalah seorang nabi yang wajib menyampaikan wahyu yang dia terima, berbeda dengan nabi biasa yang tidak dibebankan kewajiban tersebut. Dalam Kristen, yang sudah membajak istilah rasul, pengertian rasul mengacu pada murid-murid Yesus, utamanya kedua belas rasul. Pada zaman modern, para misionaris gerakan Pentakosta kerap menyebut diri mereka sendiri sebagai rasul.

Istilah Rasul berasal dari bahasa Arab رسول (rasūl; jamak: رسل, rusul) yang artinya utusan.

Kaligrafi bertuliskan "Muhammad Rasul (utusan) Allah" atau "Rasulullah" yang terpahat di gerbang Masjid Nabawi, Madinah. Umat Islam mengimani Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dan rasul.

Dalam Islam, nabi adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah. Di antara para nabi, ada yang diangkat menjadi rasul, yakni seorang yang mendapat wahyu Allah dan wajib menyebarkan ajarannya.

Mengimani nabi dan rasul merupakan rukun iman keempat. Di antara para nabi, Adam merupakan nabi pertama, sedangkan Muhammad merupakan nabi terakhir. Di antara para rasul, ada lima orang yang mendapat gelar ulul 'azmi, yakni para rasul yang memiliki ketabahan luar biasa. Mereka adalah Nuh, Ibrahim, Musa, 'Isa, dan Muhammad.

Beberapa perbedaan antara nabi dan rasul:
Nabi sebatas menerima wahyu tanpa keharusan untuk mendakwahkannya, sedangkan seorang rasul wajib mendakwahkannya kepada kaumnya.
Seorang rasul sudah pasti seorang nabi, tapi seorang nabi belum tentu seorang rasul.
Para rasul diutus dengan membawa syari’at/hukum baru, sedangkan nabi hanya mengikuti hukum dan aturan dari rasul sebelumnya.

Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian.
Sebelum Nabi Muhammad diutus, Allah telah mengutus rasul-rasul pada tiap-tiap umat. Meski demikian, hanya beberapa saja yang kisahnya diceritakan dalam Al-Qur'an. Ajaran para rasul ini hanya ditujukan khusus untuk umatnya saja. Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir dan diutus untuk seluruh umat manusia. Ajarannya menyempurnakan ajaran para rasul terdahulu.

Kemudian kristen indonesia yang di wakili oleh LAI dan LBI yang menerjemahkan bible indonesia sudah melakukan pembajakan istilah "rasul" dan menyematkan kepada paulus menjadi "rasul paulus", istilah dari "rasulu paulus" tersebut jika menggunakan tata bahasa arab memiliki arti "utusan paulus", tapi karena kelicikan dan kebodohan kristen LAI yang mencatut istilah tersebut maka mereka mendefinisikan sesuai dengan kebodohanya sendiri, mereka mengartikan bahwa paulus adalah rasul... kemudian mereka dengan tanpa rasa malu menuduh bahwa rasul yang ada dalam Islam adalah rasul palsu...!!!! itulah kelicikan kristen

Umat Kristen Indonesia menggunakan istilah rasul sebagai padanan kata Yunani, ἀπόστολος (apóstolos). Kata ἀπόστολος terbentuk oleh pengimbuhan awalan ἀπό- (apó-), yang berarti "dari", pada kata dasar στέλλω (stéllō), yang berarti "aku kirim" atau "aku berangkatkan", dan mula-mula berarti "utusan" atau "duta". Kendati demikian, makna kata apóstolos lebih dalam dari sekadar "utusan", dan lebih dekat dengan makna kata "delegasi" atau "perutusan". Para kafir kristen enggan menggunakan istilah apostolos, padahal memang sudah seharusnya kafir kafir kristen itu menggunakan istilah istilah dari bible versi tertua itu, kafir kafir kristen lebih senang menggunakan istilah rasul dan disematkan untuk jadi titel nya paulus, dan kemudian dengan seenaknya menuduh bahwa rasul rasul yang ada dalam kitab agama lainya adalah palsu, maling teriak maling.

Dalam eklesiologi dan teologi Kristen, para rasul, khususnya "Kedua Belas Rasul", adalah murid-murid utama Yesus, tokoh pusat dalam agama Kristen. Semasa Yesus hidup dan berkarya pada abad pertama tarikh Masehi, para rasul adalah pengikut-pengikut terdekatnya. Di kemudian hari, pengikut-pengikut terdekat ini menjadi narasumber utama kabar Baik yang diwartakan Yesus.

Pada zaman modern, para misionaris gerakan Pentakosta kerap menyebut diri mereka sendiri sebagai rasul. Praktik semacam ini berpangkal dari padanan bahasa Latin untuk kata "rasul", yakni "missio", cikal bakal dari kata "misionaris" dalam bahasa Indonesia. Karena alasan yang sama pula umat Katolik menyandangkan sebutan rasul kepada misionaris-misionaris tertentu, misalnya Santo Patrisius (373–463) dihormati sebagai "Rasul Irlandia", Santo Bonifasius (680–755) dihormati sebagai "Rasul Bangsa Jerman", dan Santo Fransiskus Xaverius (1506–1552) dihormati sebagai "Rasul Hindia".

Istilah "kafir" juga sudah dicatut oleh kafir kafir kristen ini dan justru ada sebagian kafir kristen yang menuduh bahwa kaum muslim itulah yang kafir, sangat licik sekali strategi kristenisasi para kafir keristen ini. Berikut di bawah adalah bukti perubahan kata JAHIL di rubah jadi KAFIR dan kata GILA dirubah jadi JAHIL

TL: Tetapi Aku berkata kepadamu, bahwa tiap-tiap orang yang marah akan saudaranya, ia akan terkena hukum; dan barangsiapa yang berkata kepada saudaranya: Hai JAHIL! ia akan dihukumkan oleh majelis besar; dan barangsiapa yang berkata: Hai GILA! ia akan terkena hukum masuk api neraka.

TB: Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: KAFIR! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: JAHIL! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Source: http://alkitab.mobi/tb/Mat/5/22/

Itulah sekelumit tentang strategi licik para kafir kristen yang telah mencatut istilah istilah AlQuran dalam rangka kristenisasi dengan menerapkan slogan "secerdik ular setulus merpati"...  padahal tidak mungkin ada ketulusan dalam kelicikan, dan sekarang sudah ada tanda tanda para kafir kristen ini akan mencatut istilah "muslim" dan kemudian mereka cepat atau lambat akan mengatakan bahwa selain golongan mereka adalah "muslim palsu", itulah mereka "maling teriak maling".

sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rasul